Sebagian THR buat mudik, sebagian buat baju baru — itu wajar. Tapi kalau ada sebagian kecil yang bisa kamu pakai untuk ngerti sesuatu yang dampaknya kerasa sampai akhir tahun, kenapa nggak?
Saya bukan guru. Saya cuma orang yang kebetulan udah pakai AI tiap hari buat kerja — dan ternyata banyak yang bisa saya tunjukin.
Kenapa Sekarang
Ini bukan sales pitch. Tapi kalau kamu mundur sebentar dan lihat, ada beberapa hal yang lagi kebetulan aligned sekarang. Dan kadang, yang kamu butuhin cuma seseorang yang bisa nunjukin jalannya.
Siapa Saya
Nama saya Ibrahim. Saya Product Growth Manager yang sehari-harinya ngurusin data, produk, dan pertumbuhan bisnis. Dan saya full pakai AI — bukan setengah-setengah, bukan cuma buat coba-coba. AI udah jadi cara saya kerja, berpikir, dan menyelesaikan masalah setiap hari.
Kalau kamu ngobrol sama saya, kamu akan lebih terbuka dari yang sekarang. Banyak use case yang belum kamu tahu — bukan karena kamu kurang pinter, tapi karena nggak ada yang pernah nunjukin dari sudut pandang orang yang beneran pakai.
Yang saya share bukan soal prompting doang. Saya bantu kamu build produk, bikin otomasi kerja, dan mengembangkan otak kedua kamu di PC kamu sendiri. Udah 50+ orang saya bantu, dari founder yang mau scale sampai tim yang nggak tau harus mulai dari mana.
Yang Akan Kamu Dapat
Setiap orang datang dengan situasi beda. Tapi ini tiga area yang selalu saya cover — dan hasilnya selalu bikin orang bilang "kok gue nggak kepikiran ya."
Email, data entry, bikin report, scheduling — hal-hal yang makan waktu tapi sebenernya bisa dihandle AI. Saya tunjukin workflow yang langsung bisa kamu pakai besok.
Contoh: bikin sistem yang otomatis rangkum email masuk + draft balasannya dalam 30 detik.
Landing page, tools kecil, app sederhana — semua bisa dibangun lebih cepat dari yang kamu kira. Nggak perlu jadi programmer.
Contoh: bikin landing page yang conversion-ready dalam hitungan jam, bukan minggu.
Prompting itu baru 10%-nya. Yang lebih penting: gimana kamu breakdown masalah, pilih tools yang tepat, dan bikin AI kerja sesuai konteks kamu.
Contoh: framework 'situasi → breakdown → tools → eksekusi' yang bisa dipake ke masalah apa aja.
Mulai dari Mana?
Kamu udah dengar soal Open Claw tapi nggak tau cara mulainya? Panduan ini nganterin kamu dari nol sampai jalan — tanpa harus jadi orang teknis.
Kita ngobrol langsung soal situasi kamu. Saya tunjukin use case yang belum pernah kamu lihat — dari build produk, otomasi kerja, sampai setup otak kedua di PC kamu sendiri.
Tim kamu udah dengar soal AI tapi belum ada yang bisa ngajarin dengan cara yang nyambung ke kerjaan mereka? Saya datang dan kita selesaikan dalam satu hari.
Kata Mereka
"Saya udah coba sendiri berkali-kali tapi hasilnya biasa aja. Satu sesi sama Ibrahim, saya langsung ngerti where I was going wrong. Bukan soal tools-nya — soal mindset pakainya."
"Yang saya suka, dia nggak sok formal. Kita ngobrol kayak teman, tapi habis ngobrol saya punya to-do list yang jelas. Ebook-nya juga langsung bisa dipraktekin."
"Tim yang awalnya skeptis jadi paling semangat eksplor AI. Workshop-nya beda karena dia nanya dulu kondisi tim kami sebelum datang — jadi custom banget rasanya."
Pertanyaan Sebelum Mulai
Satu Hal Lagi
Jujur, saya juga dulu butuh waktu lama sebelum beneran committed pakai AI. Yang bikin beda bukan tools-nya — tapi ada orang yang nunjukin 'oh, ternyata bisa gini.'
Kalau kamu ngerasa ini momennya, saya seneng bisa bantu. Kalau belum, nggak apa-apa juga.